GOD

gsjanazareth.blogspot.com


counter

Rabu, 09 Agustus 2017

UCAPAN SYUKUR BUAT SEGALA KEBAIKAN TUHAN

Oleh :  Pdt. Jery Adoe
Ulangan 6:5 & ayat 10-13

Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
bnd
10  Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu  —  kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan (Hongkong)
11  rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami  —  dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,
12  maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir (Hongkong), dari rumah perbudakan.
13  Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.


BENTUK UCAPAN SYUKUR ATAU TERIMA KASIH ATAS PENYERTAAN TUHAN, NERKAT TUHAN DAN UMUR PANJANG ADALAH : PENDAHULUAN : UCAPAN SYUKUR ARTINYA BERTERIMA KASIH KEPADA TUHAN ATAS SEMUA KEBAIKAN TUHAN, BAIK SAAT DIBERKATI DENGAN UANG PANGKAT DAN KEDUDUKAN, TERLEBIH NAFAS HIDUP, MAKA MANUSIA HARUS BISA BERTERIMA KASIH KEPADA TUHAN.
BENTUK UCAPAN SYUKUR KEPADA TUHAN BUKAN SEKEDAR BUAT PESTA, DAN MAKAN MAKAN TETAPI MENURUT KITAB ULANGAN MAKA KITA WAJIB :

I.         Senantiasa MENGASIHI TUHAN (AY. 5)

Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

II.    Senantiasa ingat AKAN  TUHAN (AY. 12)

12  maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir (Hongkong), dari rumah perbudakan

III. Senantiasa HIDUP TAKUT AKAN TUHAN (AY. 13)

13  Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah

Bnd

Amsal 8:13
13  Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan
        
Banyak orang bilang ucap syukur tapi tidak takut akan Tuhan acaranya

IV.   Senantiasa SETIA BERIBADAH KEPADA TUHAN  (AY. 13)

13  Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah

V.             KESIMPULAN : orang yan mengalami kebaikan bukan hanya dapat uang jabatan dan pangkat serta kedudukan, namun umur panjang dan afas hidup sudah seharusnya ia :
a.   Cinta tuhan
b.   Ingat tuhan
c.    Takut tuhan
d.   Suka beribadah kepada tuhan


Kamis, 11 Mei 2017

SIKAP YANG BENAR DALAM MENANTI JAWABAN TUHAN ATAS PERGUMULAN HIDUP


Oleh : Pdt. Jery Adoe, S.Th
Mzm 37: 1-7

1 Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;
2  sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.
3  Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,
4  dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
5  Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
6  Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
7 ¶  Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.
Kupang, 1 Februari 2017

PENDAHULUAN : Banyak orang bersikap salah di hadapan Tuhan ketika  mereka  ada dalam pergumulan berat. Sehingga akhirnya focus mereka bukan pada Tuhan tetapi pada persoalan itu sendiri da juga menyalahkan orang lain. Sehingga mereka tidak bisa melihat Allah bekerja dan menjawab doa mereka. Karena itu Pemazmur mebrikan kita Solusi saat kta ada dalam sebuah pergumulan hidup dan menanti jawaban Tuhan. Dan inilah sikap yang benar ketika kita dalam kondisi ini :

SIAPA ORANG BENAR

I.                 JANGAN MENGKAMBINGHITAMKAN ORANG LAIN (Ay. 1-2).

1 Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;
sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.

Kecendrngan kita dalam menghadapi persaoalan hidup adalah kita suka sekai mencari kesalahan orang lain atau mengkambinghitamkan orang lai. Contoh : Seseaorang berkata saya tidak mungkin hidup susah kalau saya tidak meniikah dengan pasangan hidupnya. Saya tidak akan cacat kalau saya tidak bekerja di peruasahaan itu. Jabatan saya tidak bisa naik karena bosku jahat.
Tidak dapat dipungkiri bahwa memang hal itu bisa terjadi. Namun dalam hal ini Tuhan mau mendidik kita bahwa Tuhan dapat memebrkati kita lewat orng yang menyusahkan kita.
Contoh Yusuf. Dia berkata manusia boleh mereka-reka yang jahat tapi Tuhan merncang masa depan yang penh gemilang. Artinya Tuhan mau kita Fokus kepada Tuhan dari pada memikirkan orang lain. Mengapa karena semua orang akan lenyap dan hilang namun Tuhan masih ada dan tetap setia mendampingi hidup kita.
Maslah, sakit penyakit, bahkan manusia hebat sekalipun akan lenyap, namun Tuhan akan tinggal teap. Bos kita, orang Yang menzolimi kita semua akan leyap, entah karena sakit, entah karena pensiun, entah karena satu peristiwa, namun Tuhan tidak pernah hilang . karena itu berhentilah berfokus kepada masalah dan orang di selilingmu, dan fokuslah kepada Tuhan.

II.              PERCAYALAH KEPADA TUHAN DAN TETAP HIDUP BENAR

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,

Banyak orang tidak dapat melihat mujizat dalam hdiup mereka karena mereka tidak percaya kepada kemampuan Tuhan. Mereka lebih percaya kepada keampuan diri, financial dan manusia. Namun Tuhan meminta kita untuk tetap percaya sekalipun saat ini kita sedang ada dalam masa sulit.
Satu hal yang perlu diingat,  Tuhan tidak hanya meminta kita untuk percaya tetapi hidup benar, artinya sambil percaya, hidup kita harus baik dan setia alias hidup benar.
Ingat orang percaya pasti hidupnya juga benar. Sebab ada banyak orang yang berkata saya percaya Tuhan, tetapi kehidupan merekaburuk dan tidak setia. Bukan hanya buruk dengan sesame tetapi mereka juga tidak setia dengan Tuhan da pasangan mereka. Ini bukan orang percaya. Ini namanya orang Kristen.
Jadilah orang yang bukan sekedar percaya dan mengandalakan Tuhan , namun jadilah orang percaya yang benar. Maka kata firman Tuhan berkata : maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (ay. 4).

III.          TUHAN MENJADI DASAR KESENAGAN HIDUP

4  dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Mengapa orang tidak bisa menikmati hidup. Karena dasar kehidupan dan kesenagan mereka adalah, uang pangkat, kedudukan, nama besar, dsb. Sehingga ketika apa yang mereka kejar tidak mereka dapat, mereka menjai kecewa dan kehlanggan kebaagiaan dan sukaita serta semangat hidup.
Karena itu menurut pemazmur dasar kesengan dan kebahagiaan hidup adalah Tuhan. Tuhan harus menjadi sumber sukacita dan penghiburan. Sehingga ada berkat atau tidak, susah maupun senang kita tetap menikmati hidup karena dsarkesenagan kita

IV.                     BERSERAH TOTAL KEPADA TUHAN
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

V.                         DUDUK DIAM DI KAKI TUHAN (Mzm 33:1)

7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.

Kekuatan kita adalah Tuhan. Seperti pepatah mengatakan, orang yang mampu berdiri dihadapan manusia dan segala pergumulan hidup adalah mereka yang telah cukup kuat untuk berlututut di kaki Tuhan.

KEIMPULAN : bila kita bersikap benar sesuai denganFirman Tuhan maka kita akan mendapatkan apa yang kita rindukan:

A.                 Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan  hatimu (ay. 4)
B.                Ia akan Berindak atas setiap pergumulankita (ay. 5)

C.           Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang (ay. 6)

Selasa, 14 Maret 2017

Tidak Semua Semua Orang Kristen Masuk sorga


 Matius 7:21-23

Sepasang calon pengantin mengemudi ke Gereja untuk menikah. Di jalan mereka mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Ketika mereka sampai di Surga, mereka bertemu St.Peter di gerbang dan bertanya apakah dia bisa mengatur agar mereka bisa menikah di Sorga. St. Peter mengatakan bahwa dia akan mengusahakan agar bisa membuat pernikahan yang terbaik untuk mereka.

Tiga bulan berlalu, dan mereka menanyakan St. Peter mengenai rencana pernikahan,

Dia berkata, "Saya masih mengerjakannya, tunggu dulu..."

Dua tahun kemudian, masih belum terjadi pernikahan. St. Peter sekali lagi mengatakan bahwa dia sedang mengusahakan hal tersebut.

Akhirnya setelah 20 tahun berlalu, St. Petrus membawa seorang Pendeta dan mengatakan bahwa mereka bisa menikah.

Pasangan tersebut menikah dan bahagia untuk beberapa waktu. Namun, setelah beberapa bulan menikah, mereka bertemu lagi St. Peter untuk bisa bercerai.

"Bisakah Anda membantu kami agar kami bisa bercerai?"

"Kalian bercanda ya? Saya memerlukan waktu 20 tahun untuk mencari pendeta yang masuk ke sini. Sekarang bagaimana cara saya mencarikan pengacara?"



Matius 7:21-23
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! c  akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, d  melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku 1  yang di sorga. e 



22 Pada hari terakhir f  banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan 1 , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat g  demi nama-Mu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu 1 ! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! h "

Nilai Matematika Naik akibat salah Pengertian



 1 Korintus 1:18 
Seorang ibu dan ayah dari keluarga atheis khawatir anak mereka tidak ingin belajar matematika di sekolah, jadi mereka memutuskan untuk mengirimnya ke sekolah Katholik.

Setelah hari pertama sekolah, anak mereka pulang sambil berlari ke rumah, langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu. Ibu dan ayahnya sedikit khawatir tentang hal ini dan pergi ke kamarnya untuk melihat apakah dia baik-baik saja. Mereka menemukan dia duduk di mejanya mengerjakan pekerjaan rumahnya. Anak itu terus melakukan hal itu sepanjang tahun. Pada akhir tahun anak membawa pulang rapor dan memberikan kepada ayah dan ibunya. Melihat hal itu mereka lihat nilai matematikanya A+.

Ayah dan ibu sangat senang dan bertanya, "Apa yang membuatmu berubah pikiran tentang belajar matematika?"

Anak itu memandang ibu dan ayah dan berkata, "Yah, pada hari pertama ketika aku masuk ke kelas, aku melihat 'Seorang Pria' dipaku pada tanda plus di dinding dekat meja guru dan akhirnya aku pikirkan apa yang akan mereka lakukan jika aku sampai gagal."

1 Korintus 1:18 
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan h  bagi mereka yang akan binasa, i  tetapi bagi kita yang diselamatkan j  pemberitaan itu adalah kekuatan Allah 1 . k

Minggu, 05 Februari 2017

MENGHARGAI KASIH KARUNIA TUHAN





Balasan orang Yang Mendapat kasih karunia
KEJ 6:1-8
OLEH:PDT. JERY ADOE
Kupang, 8 Januari 2015

1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
2  maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

5  Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
7  Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."


8 ¶  Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

9  Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
10  Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
12  Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

PENDAHULUAN : HIDUP, PEKERJAAN, JABATAN, UANG, ISTRI, ANAK, UMUR PANJANG, RUMAH TANGGA, DSB ADALAH BUKTI ANDA DAN SAYA MENDAPAT KASIH KARUNIA. KASIH KARUNIA ARTINYA DAPAT CUMA-CUMA. DI SAAT MUNGKIN ORANG LAIN TIDAK MENDAPATKANNYA ………. KALAU BEGITU APA BALASANNYA KITA YANG TELAH DIBERI KASIH KARUNIA..?


I.                  NUH HIDUP BENAR DAN TAK BERCELA DI HADAPAN TUHAN (AY. 9)

9  Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya;

KEJADIAN 7:1
7: 1  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.

Kadang kita menggunakan alasan kita masih ada di dunia. Tapi jelas nuh juga masih ada di dunia dan dari zaman Nuh hidup manusia sudah rusak, tetapi Nuh tetap memlih hidup benar.
Nuh juga bisa alasan ko katong pung lingkungan su bagitu na, nah kalau katong son iko bamaki, omong kotor, main judi, mabok, dll nanti orang bilang awi ke sum mau naik anteru pi sorga ko ?
Pilihan Nuh jelas ia dan keluarganya harus bisa hidup untuk menyenangkan Tuhan dengan cara hidup tak bercela.
Pilihan untuk hidup benar bukan ikut-ikutan, pilhan untuk hidup benar bukan supaya orang bilang mau naik pi sorga anteru, atau sok suci pilihannya jelas hanya untuk kesenangan Tuhan. Knapa yang atur hidup dan memberikan hidup serta semua yang kita miliki Tuhan, masa yang kasih kita berkat dan kasih karunia Tuhan, knapa manusia yang harus disenangkan bukan?.

II.               NUH HIDUP BERGAUL DENGAN TUHAN (AY. 9)

9  Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

III.            NUH HIDUP SESUAI PERINTAH TUHAN (AY 14 BND AY 22)

14  Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
5  Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
16  Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
17  Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.


22 ¶  Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Banyak orang berjalan seperti tradisi
Banyak orang berjalan seperti budaya/adat istiadat
Banyak orang berjalan seperti tahayul atau kepercayaan kafir

Tetapi hanya keluarga yang berjalan tepat yang berkenan kepada Tuhan bandingkan Matius 7:21-23

21 ¶  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" II II {} II
24  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

KESIMPULAN : ORANG YANG BANYAK MENGALAMI BANYAK PERBUATAN TUHAN HARUSNYA, LEBIH BANYAK HIDUPNYA MENYENANGKAN TUHAN

ALLAH TIDAK PERNAH SALAH BERTINDAK



UCAPAN SYUKUR KEMATIAN ORANG PERCAYA
2 Samuel 12: 18-25
Oleh : Pdt. Jery Adoe, S.Th
Kupang, 5 Maret 2016

18  Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab mereka berkata: "Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: anak itu sudah mati? Jangan-jangan ia mencelakakan diri!"
19  Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: "Sudah matikah anak itu?" Jawab mereka: "Sudah."
20  Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.
21  Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!"
22  Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup.
23  Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."
24  Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini
25  dan dengan perantaraan nabi Natan Ia menyuruh menamakan anak itu Yedija, oleh karena TUHAN.

PENDAHULUAN : kenapa seseorang bisa bersyukur, karena pandangan yang beanar tentang kehidupan dan Allah itu sendiri. Cara pandang  yang berbeda menentukan sikap yang berbeda dlam satu situasi yang sama.

Contoh : Kotoran Hewan bagi saudara dengan insinyur pertanian. Dll

Demikian dengan peristiw kematian atau peristiwa duka yang dialami sesorang, dia nersykur ATAU keceawa dan menyalahkan Tuhan.
Marilah kita lihat sikap Daud  berikut ini :

I.       ORANG YANG TAHU BERSYKUR ADALAH ORANG YANG CINTANYA KEPADA TUHAN LEBIH DARI BERKAT TUHAN YANG DIA DAPAT  (AY. 19-20).

19  Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: "Sudah matikah anak itu?" Jawab mereka: "Sudah."

SIKAP DAUD……..

20  Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.

Cukup lama Daud bergumul untuk mendapatkan seorang anak. Namun yang dinanti telah meninggal. Daud sadar anak adalah berkat dari Tuhan. Dia memang cinta kepada anak yang baru lahir. Namun Bagi Daud Cintanya kepada Tuhan jauh lebih besar dari pada kepada anaknya.
Dari mana kita bisa mengetahui hal tersebut. Alkitab mengatakan : ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah.  Seandainya Daud tudak cinta Tuhan pastilah dia tidak akan menyembah Tuhan.

II.    ORANG YANG TAHU BERSYUKUR ADALAH ORANG YANG MENYADARI HIDUP INI HARUS DIJALANI DENGAN REALISTIS (AY. 21-22)

21  Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!"
22  Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup.

SIKAP DAUD …..

23  Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."

III. ORANG YANG TAHU BERSYKUR ADALAH ORANG YANG DAPAT MELIHAT HARI ESOK BUKAN HARI INI (AY. 23)

SIKAP DAUD….
23  Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."

Kematian adalah perpisahan, sementara, karena pengharapan kita adalah dia hilang smenetara nanti satu saat kita ketemu di sana. Itu kalau kita sungguh sungguh, nah maslahnya Kevin sungguh sungguh kita bisa ketemu dia kalau kita sungguh-sungguh pula.

IV.  ORANG TAHU BERSYKUR ADALAH ORANG YANG AKAN MENDAPATKAN BERKAT DAN PENGHIBURAN DARI TUHAN DARI TUHAN (AY. 24-25).

24  Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini
25  dan dengan perantaraan nabi Natan Ia menyuruh menamakan anak itu Yedija, oleh karena TUHAN.

ALLAH bukan hanya Tau mengammbil tetapi tahu memberi, (kata Ayub0, Ia bukan hanya tau membuat kita menangis, tetapi tau cara untuk menghapus air mata kita, Ia bukan hanya tau membebat tetapi juga tahu merangkul, Ia bukan hanya tahu mengixinkan duka tanpa pENGHIBUARAN, mendidik tanpa buat sesuatu.
        Dia Bukan Allah yang kejam, kalau dia buat sesuatu dalam hidupmu dengan menggunakan air matamu, maka dia akan menggunakan tanganNya sndiri untuk menghapus air matamu
        Nantikan saja cerita selanjutnya apa yang Dia ingin perbuat dalam Hidupmu, karena dia belum selesai dengan Anda.
     Dibalik hujan ada pelangi, Dibalik persolan ada berkat dan rencana Tuhan yang menanti anda  Tuhan memberkati

Untuk Menghibur Daud Allah memberikan tiga hal :
a.      Anak baru  sebgai pengganti Salomo yang kelak menjadi raja yang hebat dan pintar , ada sesuatu yang Tuha sediakan

Contoh kalau orang pacaran piker ini su yang terbaik , balom nanti katumu yang luar biasa

Ba, eee untung ko be katumu deng lu kalau sonde son tau be su jadi apa…

Ingat kalau Tuhan sonde kasi hansip pasti kasi bripka dari Polres ATAU Polda
Kalau dia son kasih RT pasti dia kasih lurah atau Camat ha..ha…

Kalau Dia son kasih Tius pasti dikasih Ricki yang baik hati

b.      Yedijah apa artinya
a.       yedija artinya adalah"orang yang menjadi kekasih hatiNya Tuhan".lalu mengap daud tidak memberi nama nak itu yedija,padahal namanya sangat luarbiasa,Tuhan ingin mnjadikan anaknya itu menjadi kekasih hati Tuhan.daud memliki alasan untuk hal itu,karena daud bisa tahu persis akan seperti apa hidup orang yang dikasihi dan dicinta oleh Tuhan?
b.       Yang dikasihi Tuhan atau KEKASIH
Setiap kali Tuhan mengubah nama seseorang, Tuhan pasti mempunyai maksud yang baik, bahkan luar biasa. Setiap kali nama seseorang diubah, destiny baru diberikan, sebuah masa depan yang baru dan rencana Tuhan yang indah disiapkan. Lihat saja kehidupan beberapa tokoh Alkitab ini:
-          Abram diubah menjadi Abraham, menjadi bapa banyak bangsa
-          Sarai diubah menjadi Sara, ibu bagi bangsa-bangsa
-          Yakub (penipu) diubah menjadi Israel, pangeran Allah
-          Hosea (keselamatan) diubah menjadi Yosua, Tuhan adalah keselamatanku
-          Simon (buluh) diubah menjadi Petrus, batu karang.
Nah, sekarang kita perhatikan kisah di atas. Nama Salomo berasal dari kata ‘shalom’ yang artinya ‘damai sejahtera’. Tuhan mengubah nama Salomo menjadi Yedija. Arti nama Yedija adalah ‘yang dikasihi oleh Tuhan’. Tetapi sepanjang Alkitab, tidak pernah kita menemukan Daud memanggil nama anaknya dengan Yedija, melainkan tetap Salomo. Mengapa?
Daud adalah seorang yang dikasihi Tuhan. Daud tahu dengan pasti bahwa ia dikasihi Tuhan. Seorang yang sangat berkenan di hati Tuhan (1 Sam 13:14; Kis 13:22). Dan ternyata, orang yang dikasihi Tuhan hidupnya tidak selalu enak, bahkan Daud merasakan sulit dan pahit hampir di sepanjang hidupnya. Bayangkan! Sejak kecil tidak diperhatikan dan diabaikan (1 Sam 16:11; Mzm 27:10). Mertuanya, Saul, mengejar-ngejar dia dan hendak membunuhnya. Setelah menjadi raja, Absalom membuat persekongkolan dan memberontak kepadanya. Inilah hidupnya… ‘orang yang dikasihi Tuhan’. Penuh dengan air mata dan kesukaran. Dan… Daud tidak mau anaknya mengalami hal yang sama.
Cukuplah dia sendiri yang merasakan kesulitan hidup, Salomo jangan. Daud ingin anaknya mengalami damai dan sejahtera sepanjang hidupnya, mengalami ‘shalom’. Itulah sebabnya dia tetap memanggil anaknya Salomo, bukan Yedija. Sebab Daud takut kalau Yedija, nanti ‘nasibnya’ sama dengan dirinya – melalui liku-liku kehidupan yang sulit.
Tetapi, kalau kita mau mengikuti kehendak Tuhan, mencintai didikan Tuhan, hidup kita pasti dijamin tetap dalam perkenanan Tuhan. Kalau kita tidak mengikuti apa yang Tuhan mau, maka hal-hal yang tidak berasal dari Tuhanlah yang terjadi. Salomo menjelang akhir hidupnya ternyata keluar dari rencana Tuhan. Ia mencintai perempuan-perempuan asing dan mereka mencondongkan hatinya kepada berhala-berhala mereka (1 Raj 11:1-3).
Mengikuti kehendak Tuhan memang tidak selalu enak, tetapi pasti menghasilkan berkat. Ibrani 12:5-11 menyatakan bahwa orang yang dikasihi Tuhan memang dididik dan dihajarNya. Hal-hal yang tidak enak mungkin adalah didikan Tuhan karena Dia mengasihi kita. dan didikan Tuhan memiliki tujuan yang sangat baik, yaitu:
1.                Supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya (Ibr 12:10). Tuhan adalah kudus dan Dia mau semua anakNya hidup dalam kekudusan (1 Pet 1:15-16). Dengan demikian kita diperkenankan untuk mengalami keserupaan dengan Kristus.
2.                Menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai (Ibr 12:11). Setiap didikan Tuhan akan menghasilkan kebenaran yang memerdekakan kita dan memberikan damai (Ibr: shalom).
Nah, sekarang kita mengerti mengapa Tuhan mengubah nama Salomo menjadi Yedija. Memang Daud menginginkan anaknya tidak mengalami masa-masa sulit seperti dirinya, tetapi Tuhan menginginkan anak ini belajar dari kehidupan, agar ia dapat sampai di garis akhir yang Tuhan tetapkan.  Memang apa yang diinginkan Daud terjadi dalam diri anaknya. Seumur hidup Salomo, kerajaan Israel dalam perdamaian. Salomo menikmati kekayaan dan kemasyhuran di seantero jagad. Tetapi ia tidak bertahan sampai akhir, bahkan menyimpang dari jalan Tuhan.
Sayang sekali, Daud tetap memanggil anaknya Salomo, bukan Yedija. Padahal kitab Ibrani berkata bahwa bila kita mau mencintai didikan Tuhan, itu berarti kita dikasihi Tuhan dan kita akan menerima damai sejahtera. Ini paradoks yang sangat menarik. Ibrani 12:11 berkata bahwa bila kita bersedia dididik oleh Tuhan, maka akan membuahkan kebenaran, dan kebenaran itu akan memberi damai sejahtera.
Sekarang kita lihat pilihan Daud. Daud memilih tetap memanggil anaknya Salomo dan bukan Yedija. Berarti Daud menginginkan anaknya hidup dalam damai, kelimpahan berkat, keamanan – pendeknya, suatu kehidupan yang enak. Tetapi akhir hidup Salomo justru menjauh dari Tuhan.
Ini yang terjadi: Bila kita hanya ingin ‘salomo’ dan menolak ‘yedija’, maka ‘salomo’ itu akan sirna. Tetapi bila kita menerima ‘yedija’, kita pun akan mendapat ‘salomo’. Bila kita menolak didikan Tuhan sebagai wujud kasihNya, kita kehilangan damai sejahtera, tetapi bila kita menyediakan diri untuk dididik oleh Tuhan, kita akan mendapatkan damai sejahtera sebagai berkatNya.
Karena itu, ikuti dan cintai didikan Tuhan hari lepas hari, peristiwa demi peristiwa. Jangan mencoba untuk menolak didikan Tuhan, sekalipun mungkin terasa berat. Lalui jalan-jalan Tuhan dan bukan jalan-jalan kita sendiri, maka hidup kita akan berada dalam perkenanan Tuhan. Selamat mencintai didikan Tuhan. Jangan buang ‘Yedija’ dalam hidup kita supaya kita tetap mendapat ‘Salomo’ seumur hidup kita.

V.     KESIMPULAN

“ALLAH TIDAK PERNAH SALAH BERTINDAK DALAM HIDUPMU”